|
|
|
Gerbang
|
| |
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA [Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant] Oleh Gol A Gong
Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia... 01 September 2010 - 03:38 |
Arsip...  |
|
|
|
|
|
Balada Si Roy |
19 Maret 2007 - 14:11 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik layar 15] BAD BOYS (6 Komentar)
Episode kedua serial “Balada Si Roy” dalam buku ”Joe” berjudul “Bad Boys”. Judul ini terinspirasi dari film Sean Penn (1982). Saya terkesan menonton film ini. Akting Sean Penn (mantan suami Madonna) yang kini beristrikan Robin Wright, luar biasa. Setelah film ”Taps’, di ”Bad Boys” pamor Sean Penn menjulang. Dia dijuluki si...
|
|
14 Juli 2006 - 00:36 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 14] JOE: RUH BALADA SI ROY (39 Komentar)
Di kesepuluh judul novel serial “Balada Si Roy” yang aku tulis, masing-masing memiliki emosi tersendiri. Aku sangat menikmati dan bahkan ketika menuliskannya di dalam kamarku di Komplek PDK, Palem 47 Penancangan, Serang, kadang ketiduran berbantalguling mesin tik portable merek Brother dan terbawa ke dalam mimpi. Balada Si...
|
|
25 Januari 2006 - 21:48 (Diposting oleh: Gola Gong)
[Di balik Layar 13] ROY REMAJA KAMPUNG (8 Komentar) Oleh Gola Gong
Pada era 80-an, tokoh rekaan “Boy” di “Catatan Si Boy” rekaan Zara Zetira ZR yang diudarakan radio Prambors, sangat memikat remaja Indonesia. Wajah setampan Ongky Alexander dengan sedan mewah, play boy, tapi rajin sholat dengan simbol tasbeh menggantung di spion tengah mobilnya. Boy adalah...
|
|
19 Desember 2005 - 17:15 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Esaay 7] DI ANTARA ROY DAN SAIJAH, DIMANAKAH REMAJA? (0 Komentar) Bambang Q-Anees*)
Mengapa pohon bertanya: “di mana orang yang kulihat bermain sebagai anak kecil di kakiku dahulu?” Pohon itu bertanya melalui tulisan Multatuli ihwal Saijah dan Adinda.
***
Saijah, sebenarnya pemuda biasa dari Desa Badur, Banten Selatan. Ia seperti juga pemuda desa lainnya memiliki cinta...
|
|
12 November 2005 - 02:18 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 12] DEWI VENUS ITU...     (1 Komentar) Oleh Gola Gong
Percayakah jika Allah selalu memberi tanda-tanda dulu sebelum memutuskan sesuatu terjadi pada kita? Misalnya tentang kematian, yang pasti akan datang menjemput kita, diberi-Nya kita tanda-tana terlebih dahulu; uban, gigi ompong, tulang-tulang keropos, sakit, bahkan kematian yang menjemput...
|
|
03 Agustus 2005 - 20:09 (Diposting oleh: Gola Gong)
[Di balik Layar 11] GANK RAT DI BALADA SI ROY (4 Komentar) Oleh Gola Gong
Masih ingat gank “RAT” di “Balada Si Roy”? Itu adalah akronim dari tokoh Roy, Andi, dan Toni. Secara empiris, pada masa usia sekolah dulu, saya memiliki gank bernama “YESS” (bisa juga diartikan sebagai “ya emang suka seni”). Personilnya adalah saya, Toni, Asep, dan Irul. Nama gank itu adalah...
|
|
06 Mei 2005 - 09:38 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 10] SUM-SUM BALADA SI ROY DAN AZETA   (3 Komentar) Oleh Gola Gong
Ada peristiwa unik yang berkaitan dengan novel serialku ini; Ballada Si Roy. Di Serang, banyak hal terjadi. Ternyata tidak semua orang tahu kalau “Gola Gong” itu adalah saya alias Heri Hendrayana Harris, yang kalau di Serang lebih dikenal sebagai jagoan badminton berlengan satu.
Pernah...
|
|
15 Maret 2005 - 06:18 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 9] BALADA SI ROY GENERASI JAGUAR! (7 Komentar) Oleh Gola Gong
Saya deg-degan menunggu Mbak Liestiana di ruang tunggu. Saya tebarkan
pandang. Ruang tamu mungil. Ada rak buku yang memajang novel-novel
terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU). Trilogi Ahmad Tohari yang mendunia
itu; Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, Lintas kemukus Dinihari,...
|
|
22 Pebruari 2005 - 10:58 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Di balik Layar 8] BALADA SI ROY LAYAK DITERBITKAN JADI NOVEL (4 Komentar) Oleh Gola Gong
Saya “terpaksa” menulis di surat pembaca HAI, MAUNYA KAMU, edisi 14-20 Maret 1989/Tahun XIII, tentang kenapa saya tidak mau muncul di media massa sebagai “Gola Gong”. Bukan karena tangan kiri saya yang buntung. Bukan. Itu mah emang gue pikirin. So what gitu, lho! Saya hanya ingin berkonsentrasi...
|
|
15 Pebruari 2005 - 19:57 (Diposting oleh: Gola Gong)
[Di balik Layar 7] PENGARANG BERLENGAN SATU (1 Komentar) Oleh Gola Gong
Tiba-tiba saya terhenyak, ketika membaca beberapa surat dari pembaca “Balada Si Roy” (BSR), yang mengatakan saya tidak mau tampil diwawancara di majalah HAI, karena tangan saya buntung. Surat-surat dari pembaca BSR berdatangan ke redaksi HAI dan dimuat di surat pembaca. Mereka meminta agar HAI...
|
|
03 Pebruari 2005 - 20:47 (Diposting oleh: Gola Gong)
[Di balik Layar 6] TIGA KALI TIGA METER (0 Komentar) Oleh Gola Gong
Di redaksi majalah HAI, saya bertemu dengan Hilman, Boim, dan Gusur. Juga dengan Adra P. Daniel. Cerita bersambung mereka dimuat di majalah HAI lebih dulu daripada saya. Mereka anak-anak muda, yang tidak berbeda dengan saya, ingin menjadikan menulis sebagai profesi. Mbak Sri, sekretaris...
|
|
01 Pebruari 2005 - 17:08 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Essay Roy 6] ROY, DUNIA BARU, DAN PETUALANGAN (0 Komentar) Bambang Q-Anees*)
Saya datang dari kampung yang jauh. Jalanan penuh lumpur, karenanya sesekali saja ada mobil yang melintas. Begitu mobil datang, kami menyambutnya bagai tamu agung dan benda aneh dari negeri asing. Kami berebut mengejar, dan naik di belakangnya. Sesudah itu, kami juga berebut mengendusi...
|
|
24 Januari 2005 - 18:25 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 3] BEPERGIAN KECIL-KECILAN: (0 Komentar) Email Taufik Andri
Saya salah seorang pengagum Roy, anak muda penuh gairah yang kenyang nilai-nilai kemanusiaan lewat petualangan hidupnya. Ada kenangan tersendiri saat ingin meniru Roy. Dari kebiasaan-kebiasaan, bertualang (saya dan beberapa kawan menyebutnya bepergian kecil-kecilan, petualang kaki lima),...
|
|
24 Januari 2005 - 18:22 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
[Apa Kata Mereka 2] MENEMUKAN AKU (0 Komentar) Email Roni
hai roy..
pernah kau tuliskan ...sapalah pemuda dengan rambut sedikit gondrong seadanya (baca: Semrawut)jins belel dan ransel besar (biru tentunya) di punggung.. maka sapalah...Hai Roy..maka mungkin dia akan menoleh..dan menawarkan persahabatan kepadamu..(maaf sedikit kugubah..)
adakah ini...
|
|
22 Januari 2005 - 22:50 (Diposting oleh: Gola Gong)
[Di balik Layar 4] HONOR PERTAMA BALADA SI ROY (0 Komentar) Oleh Gola Gong
Menunggu dari bulan Desember 1987 ke Maret 1988 sangatlah lama. Hari-hari saya habiskan dengan terus membaca, melakukan travelling kecil-kecilan di Banten; ke Banten Lama (10 Km utara Serang), ke Baduy, atau ke pantai Anyer. Otak kanan saya setiap hari harus terus mengembara. Fantasi saya harus...
|
| | |
 | | [ 1 ] 2 23 Balada Si Roy |  |

Supported
by Intervisi didukung oleh
RumahSehat.com |
|