About  |  Activity  |  Home  |  Volunteer  |  Populer  | 
 
 

     Kamis, 02 September 2010     
 R U B R I K
Agenda
Brankas
Catatan Perjalanan
English Version
Gerbang
Jurnal
Kelas Menulis
Kliping
Lintas Komunitas
Parade Karya
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca
Tips
Warta Relawan
 Gerbang
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
[Dari Taman Budaya Rumah Dunia hingga Riwayat Block Grant]
Oleh Gol A Gong Ketika Rumah Dunia menggelinding terus bagai bola salju, pada 2008 – 2009, saya mencoba peruntungan dengan menggalang dana di akun facebook saya; Gol A Gong. Ada tanah hampir seluas 1000 m2 di depan Rumah Dunia...
01 September 2010 - 03:38
Arsip... 
 Warta Relawan
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Oleh Harir Baldan
“Alhamdulillah...” itulah kata syukur yang terucap dari mulut saya usai menggelar rapat evaluasi Pesta Anak Rumah Dunia, Minggu (25/7) lalu. Ucapan rasa syukur dan terima kasih itu saya haturkan kepada para donatur Rumah Dunia yang sudah membantu berlangsungnya kegiatan di...
08 Agustus 2010 - 00:40
Arsip... 
 Cakrawala

22 April 2007 - 14:42   (Diposting oleh: Rumah Dunia)
MULTATULI ATAU SYEKH NAWAWI?    
Oleh Ibnu Adam Aviciena

Nama Multatuli alias Eduard Douwes Dekker (1820-1887) di Banten akhir-akhir ini sering dibicarakan. Saya kira pembicaraan ini berawal dari munculnya semangat baca-tulis. Teman-teman di Banten sering menyebut baca-tulis sebagai literasi, biar terasa agak seksi barangkali. Saat semangat baca-tulis disebarkan oleh sejumlah tokoh di Banten, untuk tidak menyebut nama orang saya sebut nama komunitasnya, seperti Rumah Dunia, Sanggar Sastra Serang, Rumah Baca Plus Baitul Hamdi, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten, dan rumah-rumah baca lain serta kelompok diskusi yang namanya kurang tergaungkan.

Setelah semangat baca tulis menyebar, di antaranya atas peran media massa, banyak orang terbangunkan kesadaraannya akan tanggungjawab dirinya terhadap masalah yang ada di lingkungannya. Lalu seolah ada kesepakatan bahwa masalah yang harus segera diselesaikan di Banten adalah masalah baca-tulis. Diskusi demi diskusi menjadi menjadi fragmen yang menyertai penyebaran semangat baca-tulis ini.

Setelah diskusi-diskusi semacam itu sering diadakan, pertanyaan yang muncul kemudian: siapakah tokoh masa lalu yang pantas menjadi rujukan budaya baca tulis di Banten? Atau, sejak kapan sejarah baca-tulis di Banten dimulai? Dengan tanpa mengadakan penelitian yang serius, muncul jawaban atas pertanyaan tadi, bahwa tokoh baca-tulis di Banten adalah Multatuli dan atau Syekh Nawawi al-Bantani (1813/1815-1897).

Multatuli
Sedikit tentang keduanya: Multatuli, berdasarkan catatan yang ada di museumnya (www.multatuli-museum.nl), lahir di Korsjespoortsteeg, Amsterdam, Belanda pada 1820. Pada umur 18 tahun ia ikut bapaknya ke Hindia Belanda, yang saat ini dikenal sebagai Indonesia. Bapaknya adalah kaptein kapal yang ditumpanginya. Pada 4 Januari 1839 rombongan di kapal tersebut tiba di Batavia.

Selanjutnya Multatuli bekerja sebagai kasir di General Audi-tor's Office dan pernah juga bekerja di kelompok teater De Eerloze. Karena mengalami banyak masalah, Multatuli pindah-pindah kerja. Ia pernah bekerja di Krawang (1845), Poerworedjo (1846), Menado (1848), Lebak Banten (1856).

Sepanjang 1857-1860 ia mengadakan perjalanan ke beberapa negara di Eropa, di antaranya Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda. Tahun 1859 ia berangkat ke Brussels dan di sana ia menulis Max Havelaar of the Koffiveilingen der Nederlandse Handelsmaatschappij (Max Havelaar atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda). Tahun 1877 ia memutuskan berhanti menulis. Sepuluh tahun kemudian, 19 Februari 1887, Multatuli meninggal di Nieder-Ingelheim.

Syekh Nawawi
Sementara Syekh Nawawi al-Bantani (tanpa punya museum dan website), menurut catatan Hery Sucipto, Ust. H. Agus Zainal Arifin, dan Mamat Salamet Burhanuddin di muslimdelft.nl, lahir di Kampung Tanara, Serang, Banten, pada 1813 M (sumber lain menyebutkan 1815 M) dan meninggal pada1314H/1879 M, dimakamkan di Ma'la dekat makam Siti Khadijah. Nama lengkap Syekh Nawawi al-Bantani adalah Abu Abdullah al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar al-Tanari al-Bantani al-Jawi. Bapaknya, KH. Umar bin Arabi, seorang penghulu di Kecamatan Tanara.

Halaman:  [ 1 ]  2  

 Kirim ke teman Versi cetak Beri nilai Komentar (View: 1666 | Refer: 1 | Print: 174 | Rate: 5.00 / 1 votes | Comment: 0)

Selanjutnya:
APA YANG SALAH, YA? – 14 Agustus 2007 - 07:04
MATINYA TELEVISI KAMI – 04 Agustus 2007 - 01:12
Dalam Komunitas: Ideologi Membentuk Estetika – 18 Juli 2007 - 12:43
[REPUBLIKA, 08 JULI 2007] BUMIPOETRA, ANTI IMPERIALIS DAN ODE KAMPUNG#2 – 09 Juli 2007 - 06:31
Komunitas dan Gerakan Kesusastraan di Banten – 23 Mei 2007 - 12:41

Sebelumnya:
TV LOKAL UNTUK SIAPA? – 22 April 2007 - 01:51
PERCEPATAN HIDUP LEWAT KOMUNITAS SENI DAN BUKU – 19 Maret 2007 - 15:08
BILA MAMPU BERENANG, KENAPA TAKUT TENGGELAM? – 19 Maret 2007 - 14:54
JURNAL MIMPI – 02 Januari 2007 - 02:26
POLITIK KOMUNITAS SASTRA – 01 November 2006 - 02:00

Supported by Intervisi

didukung oleh RumahSehat.com
 Artikel Terbaru
Agenda:
RISET, MEMBACA WAJAH, MENULIS RESENSI, DAN KADO LEBARAN DI TAMAN BUDAYA RUMAH DUNIA
Agenda
Brankas:
RUMAH DUNIA MELUNCURKAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA 2010
Brankas
Catatan Perjalanan:
RELAWAN RUMAH DUNIA MANCING DI GANDARIA
Catatan Perjalanan
English Version:
THE SECRET MILLIONAIRE
English Version
Gerbang:
PANEN RAYA [LAGI] DI RUMAH DUNIA
Gerbang
Jurnal:
PANEN RUMAH DUNIA
Jurnal
Kelas Menulis:
Pembukaan Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 16
Kelas Menulis
Kliping:
MASYARAKAT YANG KACAU
Kliping
Lintas Komunitas:
FAHMIL QUR’AN: SAMBUT RAMADHAN DENGAN IKHTIFALAN
Lintas Komunitas
Parade Karya:
[KATA PENGANTAR BUKU ‘GERIMIS JANUARI’] MULTATULI: YA, AK U BAKAL DIBACA!
Parade Karya
Pustakaloka:
MENULIS NOVEL BIOGRAFI ITU GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Pustakaloka
Rintisan Balai Belajar Bersama:
BEDAH BUKU: MEMBACA BANTEN MEMBACA INDOSESIA
Rintisan Balai Belajar Bersama
TBM@Mall Banten Membaca:
NGABUBURIT DI TBM@MALL CARREFOUR
TBM@Mall Banten Membaca
Tips:
CARA MENGUATKAN KARAKTER DI NOVEL SERIAL
Tips
Warta Relawan:
DARI PEDAGANG GORENGAN, JADI RELAWAN RUMAH DUNIA, WARTAWAN SEKALIGUS LOPER KORAN BANTEN RAYA POST, K
Warta Relawan

© RumahDunia.Net website RumahDunia.net sejak 24 Desember 2004